Effendi Simbolon Dikecam Oleh Tokoh Adat Batak Sumatera Utara

Tuesday, January 22, 20130 comments

MON/Sumut - Berawal dari Pemberian Ulos, Bulang-bulang, dan Replika Tunggal Panaluan kepada Pak Menteri BUMN Dahlan Iskan, Rupanya Calon Gubernur Sumatera Utara Effendi Simbolon Menanggapi hal itu dengan menyebut "Dahlan Iskan tak pantas diulosi" dan omongan Effendi Simbolon yang dimuat sebuah koran lokal di Siantar-Simalungun. Cagub Sumut dari PDIP itu mengecam pemberian ulos ke Dahlan. "Kalian ulosi orang gila itu. Masa kalian biarkan orang gila diulosi," ucap Effendi seperti diberitakan koran itu.

Para Tokoh Batak asal Tapanuli Utara, Serdangbedagai, dan Pematangsiantar ramai-ramai menyerang Effendi Simbolon. Mereka yang juga vote getter untuk daerahnya masing-masing itu mengaku mendapat banyak pertanyaan dari para pemilih yang mencemaskan karakter cagubsu asal PDIP tersebut.

Tokoh Adat Taput Berto Pasaribu mengimbau Effendi Simbolon meminta maaf kepada masyarakat Batak. "Kalau secara pribadi, saya tidak akan mengemis maaf dari Bung Effendi. Tapi sebagai tokoh adat saya mengimbau dia minta maaf pada masyarakat Batak. Sebab penolakan atas pemberian ulos, bulang-bulang, dan replika Tunggal Panaluan itu kepada Pak Menteri BUMN Dahlan Iskan itu merupakan pelecehan adat Batak," tegas Berto Pasaribu.

Dia menyatakan kedatangan Effendi sebagai calon pemimpin di Sumut dinilai bukan membawa kesejukan dan kemajuan cara berpikir masyarakat, melainkan justru mengobok-obok dan merusak tatanan sosial dan kearifan lokal yang bertumbuh dengan baik. Dia menyesali pencalonan Effendi Simbolon di Pilgubsu malah membuat situasi politik di Sumut menjadi kisruh.

Selain itu, pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai orang gila, merupakan pernyataan yang sangat konyol. "Yang berhak mengatakan seseorang itu gila adalah dokter spesialis kejiawaan. Atau sebaliknya, yang mengatakan itulah yang gila. Kalau mereka ada perseteruan secara pribadi, jangan dibawa-bawa ke sini," kata Januarison yang juga praktisi hukum ini.

Senada dengan Januarison, Dosen FKIP Nommensen Antonius Goltom SPd MM mengatakan, pernyataannya menunjukkan kalau sosok Effendi Simbolon itu seorang yang sangat arogan dan tidak menghargai budaya di Sumatera Utara. "Sepertinya Effendi tidak paham dan tidak mengerti terhadap budaya. Sehingga ia mengomentari pemberian ulos yang adalah budaya Batak," ucapnya.

Menurut Antonius, k-aroganan Effendi Simbolon dapat berdampak buruk terhadap pencalonan dirinya sebagai cagubsu 2013. Tidak hanya sekali, Antonis mengaku, sudah sering memperhatikan cara berbicara serta sikap Effendi saat datang ke Siantar. "Sedangkan saat ditanya wartawan ketika usai pancabutan nomor, apa yang dilakukan andaikan menang, jawabannya membangun Bagan Siapi-api. Bagan Siapi-api ‘kan di Riau sana. Jadi terlihat jelas kalau memang dia kurang paham dan tidak mengenal Sumatera Utara secara keseluruhan," kata Antonius.

Ditambahkan lagi, kedatangan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke tanah Batak adalah kunjungan resmi untuk meresmikan Bandara Silangit, dan itu sudah diagendakan tiga bulan lalu. "Hampir sama dengan semisal pencuri tidak mengaku pencuri. Nah dia mengatakan Menteri gila. Bisa saja dia yang sebenarnya gila. Effendi memang tidak menghargai budaya," tandas Antonius.

Masih komentar warga Batak soal pernyataan Effendi Simbolon, tokoh masyarakat Parapat, Jhony Sinaga (51) menilai, Effendi Simbolon tidak beretika dan statemannya telah menyakiti hati rakyat Sumatera Utara. (Create.sumber)
Share this article :

KESEHATAN

More on this category »
 
Support : Creating Website | meoneNEWS | meoneNEWS Blog
Copyright © 2011. ME ONE NEWS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger