Dahulu di masa kecil saya percaya saja dengan dogma ini. bahwa ada ayat-ayat yang jelas, tegas, memiliki satu makna dan mudah dimengerti, itulah yang disebut ayat "Muhkamaat". Di sisi lain ada ayat-ayat yang memiliki banyak makna, multi tafsir, bahkan susah difahami karena hanya tuhan yang tahu maksudnya, itulah ayat "Mutasyabihat".
Dan mengenai adanya ayat Muhkamaat dan ayat Mutasyabihat ini justru alqur'an sendiri yang menyatakannya, ini dalilnya....
Ali Imran (QS 3;7):
Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada (ayat-ayat) yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain ayat-ayat mutasyaabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihaat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata; “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
Terus terang setelah saya beranjak dewasa, saya punya masalah besar dengan logika ayat ini. Bagi saya klaim tentang ayat Mutasyabihaat ini tidak logis. Dari semua orang beragama maupun yang tidak beragama, ada saja orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat. Tapi tidak ada manusia yang berakal sehat secara sadar condong kepada kesesatan, kecuali orang gila atau orang-orang yang mengalami mental disorder.
Ayat diatas sepertinya merupakan tangkisan Muhammad terhadap kritikan orang-orang atas ayat-ayat Qur’annya. Tapi yang tidak disadari oleh Muhammad adalah bahwa tangkisannya atas kritikan dengan mengeluarkan QS 3;7 ini justru membuat Allahnya terkesan menjadi Tuhan yang sengaja memasang perangkap dan blunder.
Bagaimana mungkin Allah yang katanya Maha Tahu, malah sengaja menurunkan ayat yang tidak jelas? Dan bagaimana mungkin bahwa Allah yang katanya sudah tahu hal itu akan menyebabkan fitnah dan Dia juga tahu orang-orang akan memakai ayat-ayat tidak jelas itu untuk berbuat yang tidak baik, tapi Dia malah menurunkan ayat-ayat yang tidak jelas itu?
Bukankah itu berarti Allah sendiri yang menjebak manusia melalui ayat-ayatNya? Bukankah itu berarti Allah sendiri yang mempermainkan pikiran dan perasaan manusia? Lalu siapa yang mesti bertanggung jawab atas permainan pikiran dan perasaan manusia itu? Syetan kah, iblis kah? Dan kenapa kita sering menyalahkan syetan atau iblis jika kita yakin dan percaya bahwa syetan dan iblis itu sendiri katanya merupakan ciptaaan Tuhan tapi malah dijadikan alat untuk mempermainkan pikiran dan perasaan manusia..? Dengan dalih cobaan lah, ujian lah.. Konyol..!
Buruknya sebuah pementasan, itu adalah kegagalan sutradara. Lantas siapa sutradara semua ini? Jika kalian adalah pengikut Muhammad, maka saya sedang mempertanyakan pola pikir anda tentang tuhannya islam, buah karya Muhammad itu. Terlepas konsep tuhan agama lain juga sama absurdnya..!
Analoginya begini; Bodoh sekali saya ini, jika saya dengan sengaja memberi pengarahan yang tidak jelas kepada anak saya sendiri, padahal saya tahu bahwa sesuatu yang tidak jelas itu bisa disalah artikan oleh anak saya dan itu bisa membuat nyawa anak saya melayang.
Dan jika hal tersebut saya lakukan, yaitu saya memberi pengarahan kepada anak saya, sementara dari kata-kata saya itu hanya saya sendiri yang tahu maksudnya, maka saya adalah orang tua yang paling bodoh dan jahat..! Begitulah perumpamaan saya tentang tuhan kalian yang mengeluarkan ayat Mutasyabihat itu..!
Jika alqur'an itu fifman Allah, mengapa juga Allah mengirim sesuatu yang tidak jelas, dimana hanya dia sendiri yang tahu maknanya (takwilnya), sehingga orang-orang bisa condong ke ayat ini dan itu lalu tersesat. Sementara dia dengan tegas mengatakan tak seorangpun tahu arti tersembunyinya kecuali Allah? Dengan demikian, akan sia-sia belajar Qur’an dari depan sampai belakang dan balik ke depan lagi, jika pencarian akan arti yang tersembunyi bisa menyebabkan fitnah... Aneh dan konyol sekali..!
Qur’an menjelaskan bahwa Allah saja yang tahu arti tersembunyi itu. Tapi disaat yang sama Allah berharap orang-orang yang berpengetahuan itu berkata bahwa kita percaya akan kitab itu semuanya, baik yang jelas maupun yang tidak jelas.
Bagaimana kita bisa percaya bagian yang tidak jelas jika kita tidak bisa tahu maknanya dan faedahnya?! Buat apa menurunkan ayat-ayat yang tidak jelas bila tidak ada manfaatnya bagi manusia karena hanya Tuhan yang tahu maknanya. Sebenarnya alqur'an itu dibuat oleh siapa dan untuk siapa sih..??
#EdukasiLintasiman #DiskusiLintasAgama #Apologet #Islam

